Menelisik Tumbuhan Nyirih (Xylocarpus Granatum J. Koenig), Ditinjau dari Aspek Taksonomi, Ekologi, Bioprospeksi, dan Etnobotani: Sebuah Ulasan

Authors

  • Afri Irawan PT. Aksioma Amerta Bumi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Reza Raihandhany Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Jawa Tengah, Indonesia
  • Inama Inama SMK Kehutanan Negeri Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia

Keywords:

Etnofarmakologi, Etnomedisin, Fitokimia, Mangrove, Meliaceae, Tumbuhan Obat

Abstract

Xylocarpus granatum J. Koenig    atau yang dikenal dengan nama lokal nyirih merupakan salah satu tumbuhan penyusun di ekosistem hutan mangrove, kendati tidak sepopuler spesies lainnya seperti Rhizophora spp. maupun Avicennia spp. Nyirih masih termasuk dalam kategori tumbuhan mangrove sejati. Penelitian ini bertujuan mengulas aspek taksonomi, ekologi, bioprospeksi, dan etnobotani dari nyirih (X. granatum). Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur dari berbagai sumber meliputi jurnal ilmiah, buku teks, dan skripsi yang berkaitan dengan nyirih mengenai taksonomi, ekologi, etnobotani, dan bioprospeksi seperti pemanfaatan, potensi, hingga senyawa fitokimia metabolit sekunder. Hasil dari ulasan yaitu nyirih diklasifikasikan dalam famili Meliaceae. Persebaran alami dari nyirih meliputi Afrika Timur Tropis, Madagaskar, lalu Asia Selatan seperti Bangladesh, India, kemudian Asia Tenggara dari Kamboja, Vietnam, Semenanjung Malaya, Thailand, hingga, Indonesia. Secara ekologi nyirih tumbuh di daerah tepi sungai, pasang surut, hingga hutan mangrove. Nyirih memiliki kandungan senyawa fitokimia metabolit sekunder di antaranya alkaloid, steroid, tanin, triterpenoid, limonoid, flavonoid, dan saponin. Kandungan bioaktif pada nyirih antara lain sebagai antimikroba, antifilariasis, aktivitas CNS-depresan, antidiabetes, antidislipidemik, antimalaria, antikanker, antioksidan, aktivitas kardiotonik, dan antifeedant. Nyirih masih dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat lokal di Indonesia mulai dari Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah, Maluku Utara hingga Papua. Pemanfaatan nyirih antara lain untuk pengobatan cacar air, wasir, disentri, diare, luka akibat duri ikan, demam, penurun panas, gatal-gatal, obat cacing, memulihkan stamina ibu pascamelahirkan, dan sakit perut serta untuk kecantikan seperti menghaluskan kulit dan wajah kusam. Kebanyakan bagian organ tumbuhan yang digunakan yaitu buah atau biji.

Published

2023-07-31

How to Cite

Irawan, A., Raihandhany, R., & Inama, I. (2023). Menelisik Tumbuhan Nyirih (Xylocarpus Granatum J. Koenig), Ditinjau dari Aspek Taksonomi, Ekologi, Bioprospeksi, dan Etnobotani: Sebuah Ulasan. Jurnal Biosains Medika, 1(2), 69–76. Retrieved from https://www.testupgrade.pojokjurnal.info/index.php/biosains_medika/article/view/92