Perbanyakan Agen Pengendali Hayati pada Media Jagung dan Beras untuk Pertumbuhan Trichoderma Spp. di Uptd Balai Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Tintin Darotin Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Wanita Internasional, Bandung, Indonesia
  • Rina Dwi Agustiani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Wanita Internasional, Bandung, Indonesia
  • Nunik Ekawandani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Wanita Internasional, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57103/biosains_medika.v2i1.95

Keywords:

Media, Perbanyakan, Trichoderma Spp

Abstract

Penggunaan pestisida kimia yang tidak bijak dapat mengakibatkan kerentanan tanaman, hingga berkurangnya mikroorganisme di dalam tanah dan adanya residu dalam produk yang dikonsumsi manusia. Pengembangan Agen Pengendali Hayati (APH) sebagai alternatif pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat dilakukan selain menggunakan pestisida berbahan kimia. Organisme pengganggu tanaman meliputi hama, penyakit dan gulma. Organisme penganggu tanaman merupakan organisme yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman. Trichoderma spp. merupakan mikroorganisme yang memiliki kemampuan sebagai pengambat petumbuhan patogen dan bersifat antagonis berfungsi sebagai dekomposer dalam pupuk organik. Tujuan dilakukan penelitian ini menganalisis media yang memiliki efektifitas terbaik untuk peremajaan Trichoderma spp. Pengembangan Trichoderma spp. menggunakan media potato dextrose agar (PDA), kemudian dilakukan peremajaan memanfaatkan beras menir dan jagung pecah sebagai alternatif media buatan. Jagung dan beras memiliki nutrisi yang dibutuhkan Trichoderma spp. untuk pertumbuhan dan perkembanganya. Jumlah keseluruhan Biakan Trichoderma spp. yang diinokulasi berjumlah 211 bungkus, yang berhasil dipanen berjumlah 193 bungkus. Media beras yang berhasil diperbanyak berjumlah 147 bungkus memiliki persentase keberhasilan 87,7% dikarenakan sejumlah 18 bungkus dengan persentase 12,3% dari 147 media beras terkotaminasi mikroorganisme lain. Sedangkan media jagung yang berhasil diperbanyak berjumlah 64 bungkus memiliki persentase keberhasilan 100%. Jagung memiliki kandungan nutrisi lebih kompleks yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan Trichoderma spp.

Downloads

Published

2024-01-31

How to Cite

Darotin, T., Agustiani, R. D., & Ekawandani, N. (2024). Perbanyakan Agen Pengendali Hayati pada Media Jagung dan Beras untuk Pertumbuhan Trichoderma Spp. di Uptd Balai Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Jurnal Biosains Medika, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.57103/biosains_medika.v2i1.95