PERSEPSI PEMILIH TERHADAP KANDIDAT PEREMPUAN DALAM PEMILU 2024

Studi Kasus di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat

Authors

  • Asep Budiawan
  • Siti Mariah Almaidah
  • Sisri Widayanti
  • Ai Yuni Fitriani
  • Rachmi Putri Nabila

Abstract

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggambarkan persepsi pemilih di Kecamatan Gununghalu terhadap kandidat perempuan dalam Pemilihan Umum 2024. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana masyarakat memaknai kehadiran perempuan dalam kontestasi politik serta faktor-faktor yang memengaruhi pandangan tersebut. Teori yang digunakan adalah pendekatan persepsi ekologis yang dikembangkan oleh James Gibson yang menekankan pada bagaimana lingkungan sosial membentuk persepsi individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan terdiri dari empat orang dengan latar belakang usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan keterlibatan politik yang berbeda. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi untuk menjamin akurasi dan kredibilitas informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Gununghalu masih memegang nilai-nilai tradisional, mereka tidak secara mutlak menolak kepemimpinan perempuan. Persepsi terhadap kandidat perempuan dapat berubah seiring kemunculan figur yang mampu membangun citra positif dan menjalin komunikasi efektif dengan warga. Namun, pengaruh budaya patriarkal masih menjadi tantangan, terutama karena tekanan normatif dari tokoh adat dan agama. Temuan ini memperkuat argumen bahwa persepsi pemilih merupakan hasil dari interaksi kompleks antara isyarat sosial, nilai budaya, dan struktur sosial. Dengan demikian, untuk mendorong keterwakilan politik yang lebih adil dan setara diperlukan upaya kolektif melalui edukasi politik, peningkatan literasi gender, serta penguatan peran perempuan dalam ruang publik.

 

Kata Kunci: : Presepsi Pemilih; Kandidat  Perempuan; Pemilihan Umum; Gender dan Politik.

 

Abstract

This study aims to examine and describe the perceptions of voters in Gununghalu Sub-district towards female candidates in the 2024 General Election. The main focus of this research is to understand how people interpret the presence of women in political contestation and the factors that influence these views. The theory used is the ecological perception approach developed by James Gibson which emphasizes how the social environment shapes individual perceptions. This research uses qualitative methods with data collection techniques in the form of in-depth interviews and documentation. The informants consisted of four people with different ages, genders, education levels, and political involvement. Data validity was tested through triangulation techniques to ensure the accuracy and credibility of the information obtained. The results showed that although the Gununghalu community still holds traditional values, they do not absolutely reject female leadership. Perceptions of female candidates can change with the emergence of figures who are able to build a positive image and establish effective communication with citizens. However, the influence of patriarchal culture remains a challenge, especially due to normative pressure from traditional and religious leaders. These findings reinforce the argument that voter perceptions are the result of complex interactions between social cues, cultural values, and social structures. Thus, to encourage fairer and more equal political representation, collective efforts are needed through political education, increasing gender literacy, and strengthening the role of women in the public sphere.

 

Keywords:  Voters' Perceptions; Women Candidates; General Elections; Gender and Politics

Downloads

Published

2025-05-22