DAMPAK DESA WISATA DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI COMMUNITY BASED TOURISM DI DESA CIBURIAL KECAMATAN CIMEUNYAN KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • Tetet Cahyati
  • Esa Candra Nugraha

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini menganalisis dampak desa wisata dan implementasi Community Based Tourism (CBT) di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang kaya akan potensi alam dan budaya, serta inisiatif masyarakat seperti budidaya madu, agrowisata, Lembur Kaulinan, dan UMKM lokal. Hasil studi menunjukkan bahwa CBT secara signifikan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan diversifikasi mata pencarian, dengan Pokdarwis menjadi motor penggerak utama inisiatif akar rumput. Namun, tantangan utama terletak pada kapasitas SDM lokal yang belum merata tercermin dari keluhan kurangnya pelatihan spesifik di bidang pemasaran digital, hospitality, dan manajemen yang mengindikasikan minimnya pendampingan terstruktur dari pihak eksternal, ditambah pula dengan sosialisasi yang tidak merata dan kurangnya koordinasi terintegrasi antar-pelaku pariwisata. Selain itu, infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, dan listrik masih perlu perbaikan, serta ancaman perubahan iklim menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberlanjutan. Untuk itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan koordinasi Pemerintah Desa berdasarkan strategi pemberdayaan (pembentukan kelompok, pendampingan fungsi, perencanaan kegiatan), kolaborasi dengan lembaga pendidikan (seperti SMA Plus Babussalam untuk jurusan pariwisata), serta inovasi pemasaran digital dan perbaikan infrastruktur guna mencapai pembangunan desa wisata yang berkelanjutan dan merata.

 

Kata Kunci : Desa Wisata Ciburial, Community Based Tourism (CBT), Peningkatan Kesejahteraan, Sumber Daya Manusia (SDM), Keberlanjutan.

 

ABSTRACT

This research analyzes the impact of a tourism village and the implementation of Community Based Tourism (CBT) in Ciburial Village, Cimenyan District, Bandung Regency. This area is rich in natural and cultural potential, with local initiatives such as honey cultivation, agrotourism, Lembur Kaulinan (traditional play area), and local MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). The study results show that CBT significantly improves the economic well-being of the community by creating jobs and diversifying livelihoods, with the Pokdarwis (Tourism Awareness Group) serving as the main driver of grassroots initiatives. However, the main challenges lie in the uneven local human resource capacity, reflected in complaints about the lack of specific training in digital marketing, hospitality, and management, which indicates minimal structured assistance from external parties. This is compounded by uneven socialization and a lack of integrated coordination among tourism stakeholders. In addition, basic infrastructure such as road access, clean water, and electricity still needs improvement, and the threat of climate change is a critical factor affecting sustainability. Therefore, this research recommends increasing local human resource capacity through continuous mentoring, strengthening the Village Government's coordination based on empowerment strategies (group formation, functional assistance, activity planning), collaborating with educational institutions (such as SMA Plus Babussalam for a tourism major), and innovating with digital marketing and infrastructure improvements to achieve sustainable and equitable tourism village development.

 

Keywords : Ciburial Tourism Village, Community Based Tourism (CBT), Welfare Improvement, Human Resource (HR) Capacity, Sustainability 

Downloads

Published

2024-05-30