OPTIMALISASI PELATIHAN PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (PPTIK) BAGI PENYANDANG DISABILITAS
(Studi Deskriptif Kualitatif pada PPTIK di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KOMINFO) Bandung)
Abstract
ABSTRACT
This study aims to analyze the implementation, challenges, evaluation, and optimization strategies of the Introduction to Information and Communication Technology Training (PPTIK) for persons with disabilities at BPSDMP Kominfo Bandung. A qualitative approach with a descriptive case study design was applied. The research participants included persons with disabilities, instructors, and training organizers, selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using thematic analysis with source and method triangulation to ensure validity. The findings indicate that PPTIK improved participants’ basic digital skills, self-confidence, and independence. However, several challenges emerged, such as limited assistive technology facilities, varying ability levels among participants, and insufficient instructor capacity in inclusive teaching. The evaluation shows positive responses, but the sustainability of skills application remains limited. Recommended optimization strategies include strengthening adaptive curricula, enhancing instructor competence, providing inclusive facilities, and offering post-training support. This study emphasizes the relevance of Bandura’s Social Learning Theory, in which learning occurs through observation, imitation, and social interaction, proving effective in the context of inclusive training.
Keywords: ICT training, persons with disabilities, BPSDMP Kominfo, social learning theory
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, hambatan, evaluasi, dan strategi optimalisasi Pelatihan Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) bagi penyandang disabilitas di BPSDMP Kominfo Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif studi kasus. Informan penelitian terdiri atas peserta penyandang disabilitas, instruktur, dan panitia pelatihan, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPTIK berhasil meningkatkan keterampilan digital dasar, rasa percaya diri, dan kemandirian peserta. Namun, hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas teknologi asistif, perbedaan kemampuan antar peserta, serta keterbatasan instruktur dalam mengajar secara inklusif. Evaluasi pelatihan menunjukkan respon positif, tetapi keberlanjutan penerapan keterampilan masih terbatas. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan adalah penguatan kurikulum adaptif, peningkatan kapasitas instruktur, penyediaan sarana inklusif, serta pendampingan pasca-pelatihan. Penelitian ini menegaskan relevansi Teori Belajar Sosial Bandura, di mana proses pembelajaran berlangsung melalui observasi, imitasi, dan interaksi sosial, yang terbukti efektif dalam konteks pelatihan inklusif.
Kata Kunci: pelatihan TIK, penyandang disabilitas, BPSDMP Kominfo, teori belajar sosial
