STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KADER POSYANDU DALAM MENSOSIALISASIKAN IMUNISASI KEPADA IBU BALITA
(Studi Kasus Pemerataan Sosialisasi Imunisasi di Posyandu Cendrawasih 14, Desa Cipacing Kec, Jatinangor Kab, Sumedang)
Abstract
ABSTRACTThis study is motivated by the importance of basic immunization for toddlers and the challenges of misinformation, limited educational media, and uneven information dissemination at the community level. The objective is to analyze the interpersonal communication strategies employed by Posyandu cadres in socializing immunization to mothers of toddlers in Cipacing Village, Jatinangor District. This research applied a qualitative method with a case study approach, using in-depth interviews, participant observation, and documentation, analyzed through the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that cadres implemented five elements of interpersonal communication—openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equalitythrough direct interaction during Posyandu activities, home visits, social forums, and the use of digital platforms such as WhatsApp. The main obstacles identified were residents’ busy schedules, vaccine-related hoaxes, and language differences, which were addressed through personal approaches, clarification of misinformation, and collaboration with community leaders. The study concludes that interpersonal communication strategies are effective in building trust and increasing immunization participation, with implications for strengthening cadres’ capacity to integrate interpersonal and digital approaches in community health programs.
Keywords: interpersonal communication, communication strategy, posyandu, immunization, cadres
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya imunisasi dasar bagi balita serta masih adanya hambatan berupa hoaks vaksin, keterbatasan media edukasi, dan rendahnya pemerataan informasi di tingkat komunitas. Tujuannya adalah untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal kader Posyandu dalam menyosialisasikan imunisasi kepada ibu balita di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader menerapkan lima unsur komunikasi interpersonal yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, yang diwujudkan melalui komunikasi tatap muka di posyandu, kunjungan rumah, forum sosial, serta pemanfaatan media digital seperti WhatsApp. Hambatan utama meliputi kesibukan warga, hoaks vaksinasi, dan perbedaan bahasa, namun dapat diatasi dengan pendekatan personal, klarifikasi informasi, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi komunikasi interpersonal kader efektif dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan partisipasi imunisasi, serta berimplikasi pada perlunya penguatan kapasitas kader dalam memanfaatkan pendekatan interpersonal dan digital secara terpadu untuk mendukung program kesehatan masyarakat.
Kata kunci: komunikasi interpersonal, strategi komunikasi, posyandu, imunisasi, kader
