KETERBUKAAN DIRI REMAJA PEREMPUAN PADA ORANG TUA TUNGGAL
(Studi Fenomenologi Pada Hubungan Komunikasi Ibu Tunggal dan Anak Perempuan di Kabupaten Bandung)
Abstract
ABSTRAK
Keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam membangun komunikasi yang sehat antara anak dan orang tua, khususnya pada keluarga dengan orang tua Tunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan melibatkan dua informan remaja Perempuan dari keluarga ibu Tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara eksplorasi mendalam terhadap pengalaman subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan diri dipengaruhi oleh kedekatan emosional, frekuensi komunikasi, pengalaman masa lalu, dan persepsi terhadap peran ibu. Salah satu informan menunjukkan keterbukaan tinggi karena adanya dukungan emosional dan hubungan yang hangat, sementara informan lain menunjukkan keterbukaan terbatas akibat hambatan komunikasi dan jarak emosional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian komunikasi keluarga di Indonesia dan menjadi masukan bagi orang tua, pendidik, serta tenaga professional untuk mendukung keterbukaan diri remaja secara positif.
Kata kunci : Keterbukaan diri, remaja Perempuan, ibu Tunggal, komunikasi, fenomenologi
ABSTRACT
Self-disclosure is an important aspect in building healthy communication between children and parents, especially in single-parent families. This study used a qualitative approach with a phenomenological method and involved two female adolescent informants from single-mother families. Data collection techniques were carried out through in-depth exploratory interviews on subjective experiences. The results show that self-disclosure is influenced by emotional closeness, frequency of communication, past experiences, and perceptions of the mother's role. One informant showed high self-disclosure due to emotional support and a warm relationship, while the other informant showed limited self-disclosure due to communication barriers and emotional distance. This study is expected to contribute to the study of family communication in Indonesia and provide input for parents, educators, and professionals to support positive self-disclosure among adolescents.
Keywords: Self-disclosure, adolescent girls, single mothers, communication, phenomenology
