INTERAKSI KOMUNIKASI ANTAR KOMUNITAS PENDAKI GUNUNG

(Studi Konvergensi Simbolik Pada Komunitas Pendaki di Gunung Kerenceng)

Authors

  • Hilal Badru Zaman
  • Affan Neskisyah Ramadhan
  • Hamidah .
  • Evie Sophia

Abstract

ABSTRACT

This study discusses communication interactions among mountain climbing communities through a symbolic convergence approach, focusing on climbing experiences on Mount Kerenceng, Sumedang. The results show that communication among climbers not only serves as a means of exchanging information but also as a way of constructing shared meaning through verbal and nonverbal symbols. The symbolic culture that is formed, both on the climbing trail and in the digital world through distinctive terms and the practice of sharing stories, shows how mountains become natural spaces that give birth to sincere human values. Theoretically, this study contributes to the study of communication science and sociology by highlighting how symbols and interactions shape social dynamics in communities based on natural experiences. These findings reinforce the theory of symbolic convergence, while expanding its understanding in the context of open spaces and adventure activities. Practically, the results of this study can be used as input for base camp managers, climbing communities, and nature tourism operators in creating a more inclusive, safe, and ethical climbing environment. Understanding the importance of symbolic communication can also foster stronger solidarity among participants, while enriching the hiking experience as a process of character building and meaningful social relationships.

Keywords: symbolic interaction, symbolic convergence, mountain climbers, mount kerenceng

 

ABSTRAK

Penelitian ini membahas Interaksi Komunikasi Antar Komunitas Pendaki Gunung melalui pendekatan konvergensi simbolik, dengan fokus pada pengalaman pendakian di Gunung Kerenceng, Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi antarpendaki tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun makna bersama melalui simbol-simbol verbal maupun non-verbal. Budaya simbolik yang terbentuk, baik di jalur pendakian maupun di dunia digital melalui istilah-istilah khas dan praktik berbagi cerita, memperlihatkan bagaimana gunung menjadi ruang alami yang melahirkan nilai-nilai kemanusiaan yang tulus. Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian ilmu komunikasi dan sosiologi dengan menyoroti bagaimana simbol dan interaksi membentuk dinamika sosial dalam komunitas berbasis pengalaman alam. Temuan ini memperkuat teori konvergensi simbolik, sekaligus memperluas pemahamannya dalam konteks ruang terbuka dan kegiatan petualangan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengelola basecamp, komunitas pendaki, maupun pelaku wisata alam dalam menciptakan lingkungan pendakian yang lebih inklusif, aman, dan beretika. Pemahaman terhadap pentingnya komunikasi simbolik juga dapat mendorong terciptanya solidaritas yang lebih kuat antarpeserta, sekaligus memperkaya pengalaman mendaki sebagai proses pembentukan karakter dan hubungan sosial yang bermakna.

Kata Kunci: interaksi simbolik, konvergensi simbolik, pendaki gunung, gunung kerenceng

Downloads

Published

2025-08-29