PENGARUH TEGANGAN DALAM PROSES DESIZING KAIN KAPAS GREY DENGAN MENGGUNAKAN PLASMA
DOI:
https://doi.org/10.1234/jschemica.v1i1.118Abstract
ABSTRAK
Proses pengolahan serat kapas pada industri tekstil melalui banyak tahapan yang penting, terutama pada tahap pretreatmennya karena bila tahapan ini tidak dilakukan dengan tepat maka hasil pencelupan menjadi kurang baik yang menurunkan nilai jual produknya. Kain kapas grey merupakan sebutan bagi kain hasil dari penenunan atau perajutan serat kapas, yang mana pada kain ini terdapat kandungan kanji baik yang berasal dari serat kapas itu sendiri ataupun yang ditambahkan selama proses penenunan atau perajutan kain itu. Kanji merupakan zat yang dapat menghambat keterserapan air maupun zat warna pada kain kapas saat pencelupan nantinya. Proses desizing merupakan penghilangan terhadap kandungan kanji yang terdapat pada kain kapas grey. Proses desizing umumnya dilakukan menggunakan alkali atau enzym, namun cara ini memakan ongkos produksi hingga 15 – 25 %. Teknologi plasma merupakan teknologi terbarukan yang dapat menggantikan proses tersebut. Teknologi plasma yang digunakan pada penelitian ini merupakan plasma lucutan korona. Pada proses plasma terdapat efek cleaning yang dapat menghilangkan pengotor pada permukaan serat. Besaran tegangan selama proses sangat mempengaruhi plasma yang dihasilkan sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran tegangan optimal untuk proses desizing menggunakan plasma lucutan korona. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penentuan kadar kanji berdasarkan SNI 8107 tahun 2016 pada sampel sebelum dan setelah plasma diberikan dimana variasi tegangan saat proses plasma ialah 15, 17,5, 20, 22,5 dan 25 KV. Dilakukan pula pengujian Scanning Electron Mikroskopik sebagai uji pendukung untuk mengamati permukaan serat sebelum dan setelah plasma. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tegangan 20 KV merupakan tegangan optimum pada proses desizing menggunakan plasma lucutan korona dimana plasma yang dihasilkan sangat baik dan stabil disertai persentase penghilangan kanji yang mencapai 81,89%. Pengamatan pada permukaan serat menggunakan Scanning Electron Mikroskopik menunjukkan permukaan yang bersih dari pengotor bila dibandingkan dengan kain blangko yang tidak diberi perlakuan plasma. Terdapat pula efek pengikisan (etsa) yang akan meningkatkan keterserapan air dan zat warna pada proses pencelupan nantinya. Tegangan di atas 20 KV menghasilkan banyak spark yang berakibat proses desizing menjadi tidak optimal.
Kata Kunci: Kain kapas grey, desizing, plasma lucutan korona
ABSTRACT:
The cotton fiber processing process in the textile industry goes through many important stages, especially the pretreatment stage because if this stage is not carried out correctly, the dyeing results will be poor, which will reduce the selling value of the product. Gray cotton fabric is a term for fabric resulting from weaving or knitting cotton fibers, where this fabric contains starch either from the cotton fibers themselves or added during the weaving or knitting process of the fabric. Starch is a substance that can inhibit the absorption of water and dyes in cotton fabric during dyeing. The desizing process is the removal of the starch content in gray cotton fabric. The desizin g process is generally carried out using alkali or enzymes, but this method requires production costs of up to 15 – 25%. Plasma technology is a renewable technology that can replace this process. The plasma technology used in this research is corona discharge plasma. In the plasma process there is a cleaning effect which can remove impurities on the fiber surface. The magnitude of the voltage during the process greatly influences the plasma produced, so this research aims to determine the optimal voltage magnitude for the desizing process using corona discharge plasma. The method used in this research is determining starch content based on SNI 8107 of 2016 on samples before and after plasma is given where the voltage variations during the plasma process are 15, 17.5, 20, 22.5 and 25 KV. Scanning Electron Microscopic testing was also carried out as a supporting test to observe the fiber surface before and after plasma. From the research, it was concluded that a voltage of 20 KV is the optimum voltage in the desizing process using corona discharge plasma where the plasma produced is very good and stable with a starch removal percentage reaching 81.89%. Observation of the fiber surface using Scanning Electron Microscopy shows that the surface is clean from impurities when compared to blank fabric that was not treated with plasma. There is also an etching effect which will increase the absorption of water and dye during the dyeing process later. Voltages above 20 KV produce a lot of sparks which result in the desizing process being not optimal.
Keywords: Gray cotton fabric, desizing, corona discharge plasma







